Hallo sahabat...
Kali ini Nyi mau curhat dikit. Yuk mari di baca...
J
~~~
Hari ini aku kembali sedih. Tiba-tiba aku
teringat kepada masa laluku. Aku ingat Lapti.
Sepuluh bulan sejak dia hilang, aku masih
saja sering mengingatnya. Aku masih ingat saat pertama aku memiliki dia. Dan
aku juga masih ingat saat aku harus kehilangan dia.
Tapi, ini bukan tentang dia. Bukan tentang
Lapti. Ini tentang perubahan sifat disekitarku saat Lapti masih ada hingga
Lapti pergi.
Dulu, saat aku masih memiliki Lapti, aku
merasa dikenal oleh semua temanku. Aku dipuji disana, aku dipuji disini. Aku
dipuji dimana-mana...
Tapi, sekarang aku merasa jatuh!
Teman-temanku sibuk dengan miliknya masing-masing. Hingga aku hanya bisa
mendekat dan berkata “Boleh aku ikutan disini?”.
Semua itu membuat aku canggung untuk
bergaul dengan mereka. Aku merasa kalau aku ini adalah anak paling hina
dikelas.
Dalam hatiku, aku mencoba menguatkan diriku
dengan berkata “Aku pernah seperti mereka. Aku pernah punya itu”. Dan kemudian
selalu saja disusul dengan kalimat “Tapi... itu dulu... Jauh sebelum kalian
menjauhiku karena gadget kalian itu”.
Teman, datangilah aku seperti dulu. Aku
tidak akan berubah jika kalian tidak memperlakukanku seperti ini. Janganlah
kalian sibuk dengan gadget kalian, sehingga aku hanya bisa mendekat perlahan
kepada kalian. Dan kalian mendekat kepadaku hanya saat kalian perlu saja.
Ketahuilah teman... jika saat ini aku sedang kesepian. Walaupun aku sudah punya
pengganti Lapti, tetapi apa gunanya teman jika kalian tidak mampu menemaniku?
T_T
Ternyata... begini ya rasanya jadi kaum
minoritas. Makasih ya temen-temen, udah bisa buat aku jadi ngerasain gimana
rasanya dijauhi oleh teman J
“Menjadi orang yang banyak dipuji itu
bangga rasanya. Tapi akan berubah saat kita sudah dilupakan dan tidak dipuji
lagi...”
Enough... J
Makasih ya udah baca curhatan Nyi. Maaf
kalau agak frontal. Maklum aja, Nyi masih labil :D
Sampai jumpa di tulisan berikutnya J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar