Selasa, 25 Juni 2013

Contoh Hortatory Exposition

mobile phones should not be banned in school

mobile phones is not used just for calling, but sending text, taking pictures, accessing internet, and much more. many students bring their phones to school. for them, mobile phone has many uses. so mobile phones should be banned in school. why do i said that?

firstly, students call their parents for other needs. by mobile phone, student can call or their close relative if they need something to be brought to school. in addition, mobile phone can be used to call their children when one of their family were hit by disasters suddenly. and then, student can called their parent to pick up when want to go home.

secondly, increased of knowledge among students. when trying to find answer of difficulttask at school, mobile phone can be used as a connecting to search the answer through GPRS or WiFi networks.

finally, expand the network of friendship among students. school is the right place to find friend. average, student been at school about 7 hours or more. so that, a lot of students found their friend in the school environment. therefore, communication between friends should be kept on of which using mobile phone.


so, i thing mobile phone should not be banned in school. but, use your phone in the time and right place so that no one was disturbed.

watch your kids while watching tv

television becomes one of the most important devices whice takes place in almost houses. it can unite all members of the family as well as separate them. however, is it important to know what your kids are watching? the answer is, of course, absolutely "yes" and that should be done by all parents. television can expose things you have tried to protect the children from, especially violence, pornography, consumerism and so on.

recently, a study demonstrated that spending to much time on watching tv during the day or at bedtime often cause bedtime disruption, stress, and short sleep duration.

another research found that there is a significant relationship between the amount of time spent for watching television during adolescence and early adulthood, and the possibility of being aggressive.

meanwhile, many studies have identified a relationship between kids who watch tv a lot and being inactive and overweight.
considering some facts mentioning above, protect your children with the following tips :
- limit television viewing to one-two hours each day.
- do not allow your children to have a tv set in their own bedrooms.
- review the rating of tv shows which your children watch.

watch television with your children and discuss what is happening in the show.

Nama Ku :)

Hallo sahabat...
Kali ini Nyi mau ngePost tentang nama-nama Nyi semasa TK, SD, SMP, sampai sekarang ini, SMA...
Perhatiin deh gambar ini...

Nyi udah 4 kali dapet rapor dan 5 kali ganti nama (waduh... ada-ada aja... J). Nyi terlahir dengan nama “Riski Fitri Ramadhani”, itu Nyi lihat dari akta kelahiran Nyi. Nah loh, sekarang kok jadi beda?
No. 1 itu rapor TK. Dengan nama “Risky Fitri Ramadhani”. Masih bagus lah, Cuma beda satu huruf aja. J
No. 2 itu didapetin dari rapor SD. Disitu tertulis “Riki Fitri Romadani”. Waduh, parah banget. Nyi itu perempuan, kok bisa-bisanya jadi nama laki-laki...?
No. 3 itu juga didapetin dari rapor SD. Bener sih, sama kaya di akta kelahiran. Tapi ada yang selip, kurang huruf “H” di “Ramadani”. It’s okkay J
No. 4 itu parah banget! Itu didapetin dari SKHU SD. Nama siapa itu yang ditulis? Depannya sih bener, tapi lihat geh ujungnya. Kok jadi “Ronadhon”?
No. 5 dan No. 6... Siiip banget dah. Nyi suka sama nama yang terakhir ini. Dan sekarang Nyi pake nama itu.
Wah... aneh-aneh ya nama Nyi semasa TK dan SD. Ehm, tapi yang penting Nyi bisa hidup dengan layak dan selalu diberi kesehatan J
Apasih arti sebuah nama? Iya ga?

Okkay, enough... J

Kamis, 20 Juni 2013

Senin, 17 Juni 2013

Postingan Kedua di Blog ini :)

Nyi sama Tun
Hallo sahabat...
Kali ini Nyi Rastya mau bercerita tentang someone nih. Dia itu seseorang yang berpengaruh besar dalam segala keberhasilan Nyi. Begini ceritanya...
Semasa esempe, pasnya waktu Nyi kelas 8. Pertama kali Nyi lihat, Nyi langsung jatuh hati. Sebelumnya Nyi pernah suka sama seseorang, tapi beda sama yang ini. Panggil aja Tun (singkatan dari Tuan Monokotil J).
Sejak Nyi ngeliat Tun, Nyi langsung suka. Setiap hari Nyi selalu inget sama Tun. Tun itu gendut, tingginya ga beda jauh sama Nyi, item tapi manis, menurut Nyi, Tun itu ganteng. Dan satu lagi yang ga pernah Nyi lupain. Yaitu hidungnya, dibilang mancung sih lumayan. Tapi dibilang pesek juga nggak. Hahaha... itu yang bikin Nyi jadi jatuh hati. His Nose :D
Setahun Nyi satu kelas sama Tun. Itu ga ngebuat Nyi puas. Karena, di kelas 9 Nyi harus berpisah sama Tun. Tapi, Nyi ga pernah berhenti untuk curi-curi pandang sama Tun (haha... lumayan, buat vitamin).
Tapi akhirnya, kita ketemu lagi di SHS. Satu kelas pula. Tun belum tau kalau Nyi suka sama Tun. Nyi masih sering curi-curi pandang. Setiap Nyi liat Tun... Nyi selalu semangat, gairah buat belajar jadi bertambah. Alhasil, Nyi bisa berprestasi dikelas (waw...).
Ga berhenti disitu. Nyi dan Tun harus berpisah lagi. Nyi ada dikelas IPA 3 dan Tun ada dikelas I*** (hehe, sorry disensor). Oh... awalnya putus asa, tapi lama-lama terbiasa juga. Nyi juga masih sering CCP  sama Tun. Dan sekarang ini, detik ini, adalah tahun ke 4 Nyi menyukai Tun (yeiii... prok prok prok J). Ga terasa ya, udah selama ini.
Andai saja Tun tau kalau Nyi suka sama Tun. Nyi pengen Tun jadi sahabat Nyi selamanya... J
Okkay... stop disini dulu ya. Lanjout esok hari...

Baybay....

Tentang Saya Ini :D

Hai... welcome to my blog.
Blog ini adalah untuk media curhat. J

Sedikit tentang aku.
Nama Lengkap : Rizky Fitri Ramadhani
Nama Panggilan : Rizky, Ibuk, Fitri, Titi, dan satu lagi panggilan spesial “Pesek”
TTL : Srimenanti, 23 Januari 1997
Zodiak : Aquarius
Jumlah Saudara : 2 (Anak ke 2 dari 2 saudara)
Pendidikan :
Universitas Lampung (sedang di Fakultas MIPA Jurusan Biologi)
SMAN 1 Bandar Sribhawono (Alumni AREMA (X5) dan FAST (IPA 3))
SMPN 1 Bandar Sribhawono
SDN 1 Srimenanti
Hobi : Menulis, Blogger, Menyanyi, Makan, Renang pernah punya hobi dance juga sih wkwk.
Aktifitas : Belajar & Main
Cita-cita : Banyak banget J (Penulis, Pramugari, dan Penyanyi)
Makanan Favorit : Tempe Goreng, Nasi Goreng, dan Telur
Minuman Favorit : Teh Hangat dan Dingin
Warna Favorit : Hijau dan Biru
Bentuk Favorit : Bulat dan Lingkaran
Benda Favorit : Pesawat dan semua benda yang terbang
Aktor Favorit : Dion Wiyoko
Aktris Favorit : Meistika Senicaksana
Groupband Favorit : NOAH
Kartun Favorit : Mr. Bean, Barbie, Princess, Tingker Bell
Film Favorit : Serigala Terakhir, Khalifah, Up, dll
Kutipan Favorit       : “Aku akan membawakan keberhasilanku kepadamu. Dan aku akan melihat senyummu atas keberhasilanku itu”
Ada lagi? Tanyakan langsung kepada aku di http://www.facebook.com/rizky.ramadhani.1044 atau di twitter aku @fitrahrizky_

Minggu, 16 Juni 2013

Cerpen Pertamaku di Blog ini


Mengertikan Aku

“Tring... Tring... Tring...”. Deringan ponsel yang tak henti-henti itu membuat Devi terkejut dan terbangun dari tidur lelapnya. Tangan kirinya pun menyambut deringan ponsel itu dengan cepat. Ia mencoba membuka matanya yang masih berat untuk melihat dunia. “Oh, iya. Hampir saja aku lupa”. Devi lantas bangkit dari tempat tidurnya dan segera mengambil sebuah buku kecil dari sebuah laci dikamarnya. “Nah, ini dia” Ucapnya sambil tersenyum. Devi mengeluarkan buku kecil itu dari lacinya.
Belum terlihat adanya tanda-tanda kedatangan sang surya dari timur. Seberkas pelita alam pun bahkan tak berani menampakkan cahayanya. Disini, tak ada sedikit pun suara manusia yang terdengar. Hanya sesekali terdengar suara ayam yang bermimpi berusaha membangunkan manusia di pagi hari. Maklum saja jika semua itu terjadi, ini baru pukul 23.45 tengah malam.
“Siip. Akhirnya selesai juga”. Dalam sekejap, buku kecil itu sudah terbalut rapih dengan sebuah kertas kado bergambarkan kartun kesayangannya, keroppi hijau. Dengan pita keriting dibagian sudutnya, berwarna serasi dengan balutannya. Devi tidak lantas tertidur kembali. Ia masih enggan untuk terlelap. Walau matanya telah lelah terbuka, tetapi ia tetap berusaha untuk terjaga malam ini.
Selesainya mengemas buku tadi, Devi lantas mengambil ponselnya dan menulis sebuah pesan singkat.
“Kita semua, harus merenungkan kembali hari-hari yang telah kita lewati. Sudahkah kita dapatkan sesuatu yang lebih berarti untuk hari esok?”
Kak, selamat ulang tahun ya...
Semoga kakak selalu diberi kesehatan dan keselamatan. Serta sebuah kesuksesan yang selalu menyertai setiap langkahmu. Aamiin...
Kak, temui aku di belakang kelasku setelah jam sekolah selesai besok. Aku punya kejutan kecil untuk kakak.
Salam, adikmu yang tersayang J
Pesan tersebut ia kirim kepada salah satu nomor di buku teleponnya. Tepat pukul 24.00, pesan itu  pun terkirim.
Keesokan harinya, saat jam sekolah telah berakhir. Devi menunggu janji yang ia berikan pada seorang lelaki tadi malam. Ia menunggu entah seberapa lamanya. Ia tak sadar telah menghabiskan waktu selama satu jam tiga puluh menit untuk menunggu. Dalam lamunannya, ia berharap agar laki-laki yang ia beri janji itu datang tepat waktu dengan membawa sebuah senyuman yang manis.
Sebuah kue berukuran sedang berhiaskan keroppi dengan senyuman merah muda tertata rapih disebelah kanan tempat Devi duduk. Dan disebelah kirinya, sebuah kado yang ia kemas tadi malam. Ia sengaja menaruhnya di bawah dengan alas selembar kertas putih.
“Dev...” Terdengar seorang lelaki memanggilnya. Memecahkan khayalannya tentang seorang lelaki. Devi pun menyambar kadonya dan berdiri. Ia melihat seorang lelaki dihadapannya. Tepat dihadapannya. Ini seperti mimpi gumamnya. Dan... sepertinya ada lagi selain lelaki itu. Tapi siapa?
“Dev, aku sudah menepati janjiku tadi malam. Kejutan apa yang kamu maksud tadi malam?” Ucap lelaki itu dengan raut wajah dingin dan tanpa meminta maaf karena telah membuat Devi menunggu. “Oh... Em... Selamat ulang tahun ya kak Riki” Jawab Devi dengan sedikit gugup. “Kak? Maksudnya?” Seorang perempuan yang bersama Riki tadi pun ikut berbicara. Devi tidak tahu jika lelaki yang ia beri janji tadi malam itu ternyata membawa seorang perempuan.
Devi pun tak sengaja menjatuhkan kado yang ia sembunyikan dibalik badannya. Kado yang sejatinya akan ia berikan untuk seseorang, yaitu Riki. Devi tidak menyangka jika Riki akan membawa seseorang selain dirinya sendiri. “Maaf. Aku ada janji. Aku harus cepat-cepat pulang” Ucap Devi sambil berlari. Ia mencoba menyembunyikan kesedihannya.
“Maksud kalian apa?” Perempuan itu tetap saja bertanya-tanya. Sedangkan Riki, ia hanya bisa terdiam dan melihat Devi berlari. “Ah, jangan-jangan kamu punya selingkuhan? Iya?” Perempuan itu tetap saja bertanya-tanya namun tak dihiraukan. “Aku bisa jelasin nanti” Jawab Riki. “Telat” Perempuan itu pun meninggalkan Riki sendiri.
Masih bingung dengan kejadian ini. Riki tidak tahu mengapa semuanya jadi begini. Hingga kemudian, Riki melihat sebuah kado kecil di bawah kakinya. Ia mengambil dan membuka kado tersebut. Dan ternyata, kado tersebut berisi sebuah buku harian kecil bergambar keroppi disampulnya. Riki pun membuka lembar demi lembar buku tersebut.
Lembaran pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya ia baca. Hingga terjatuhlah secarik kertas kusam dan kusut yang bertuliskan.
Aku merasa berbeda. Aku merasa berbeda ketika aku berada disisimu. Tak pernah aku merasa sedamai ini selain saat aku bersamamu. Tak pernah aku merasa sebahagia ini selain saat aku dapat melihatmu. Walau hanya melihat dari kejauhan, tetapi itu dapat membuat aku tersenyum.
Awal pertemuan kita memang tidak dapat disangka, tidak dapat dibayangkan hingga seperti sekarang ini. Bahkan, mustahil sekali jika ini akan terjadi.
Suatu hari, pernah aku bermimpi. Aku bermimpi memberikan buku harian kecilku ini kepadamu. Tapi apakah itu dapat terjadi? Sedangkan kamu bukan siapa-siapa untukku.
Kamu punya kehidupanmu sendiri, dan begitu juga denganku. Tapi, aku ingin menyatukan itu. Menyatukan dua kehidupan yang berbeda.
Dan kamu harus tahu itu. Kamu harus tahu bahwa jauh didalam hatiku, aku menyayangimu. Dapatkah kamu merasakan itu?
Dedek Andri...
Air mata Riki pun menetes. Selama ini ia tidak tahu jika ada seseorang yang lebih menyayangi dia selain pacarnya sendiri. Dan orang itu ternyata bersamanya selalu. Kini, Riki sudah mengetahui semua tentang perasaan Devi kepadanya. Ia tak tahu harus berbuat apa, ia menyesal karena selama ini ia tidak pernah mengetahui perasaan seorang yang hanya ia anggap sebagai sahabatnya saja.
The End
...quote...
“Janganlah menutup hatimu jika kamu tidak mau seseorang tersakiti karena itu”