Senin, 22 Juli 2013

Your Stats

Hallo sahabat...
Nyi mau cerita tentang Tun...
~~~
Barusan, Nyi buka facebook. Nyi nemu ini...


Itu status Tun yang barusan aku baca dan aku like. Ga kuat buat baca itu... Kesannya kaya mau pergi jauh gitu. Tapi... Aku ga tau siapa yang dimaksud “dia” itu. Kenapa harus ada kata “dia” di status itu. Apa yang dimaksud Tun itu aku? Atau... :/
Hah, tapi yang pasti, Nyi sedih bacanya... L
Kalo menurut felling Nyi sih, Tun itu lagi pedekate. Terus, pas lagi proses, Tun ditikung sama temennya. Kayanya sih gitu. Ah, tapi apapun itu, intinya itu bikin aku sakit hati.
Akhir-akhir ini Tun suka bikin status yang berhubungan dengan yang namanya pedekate. Jangan-jangan Tun lagi deket sama si khusus. Arrgghh... Nyi cemburu!!!
Tau ga, Nyi tuh berharap kalo status Tun itu ditujuin buat Nyi. Karena Nyi udah terlalu lama nunggu Tun. Empat tahun itu bukan waktu yang singkat loh. Lama itu...
Tapi ya gimana. Tun juga manusia, dia berhak suka sama seseorang yang menurut dia baik. Mungkin untuk saat ini Nyi belum baik dimata Tun. Nyi belum ngena di hati Tun. Atau bahkan ga ada harapan sedikitpun untuk Nyi bisa masuk ke hati Tun. Gilaa...!!!
Balik lagi ke masalah status. Sebenernya Nyi juga sering ngepost status-status yang niatnya “nyindir” Tun. Tapi sayang... die nya kaga maksud :D
~~~
Oke segitu aje ye...

Ngantuk :D

Rabu, 17 Juli 2013

First Look

Hallo sahabat...
Hari ini Nyi lagi seneng. Mau tau? (ah, ga juga). Okkeh deh baca ya J
~~~
Ini adalah hari pertamaku masuk sekolah. Setelah aku menghabiskan waktu selama satu bulan untuk liburan.
Hari ini spesial untukku. Bagaimana tidak? Baru saja aku turun dari motor, kamu sudah berdiri disana Tun. Memakai jas hitam dengan potongan rambutmu yang baru. Aku rasa, kamu adalah murid pertama yang aku lihat pagi ini. Membuat aku jadi semangat untuk melakukan aktivitas hari ini.
Kesan pertamaku saat melihat kamu itu “Ganteng banget!”. Itu yang aku ucapkan. Walaupun hanya dari hati saja. Karena aku masih belum punya keberanian untuk berkata langsung kepadamu. Entah itu karena rambut barumu atau karena jas hitam yang membalut badanmu. Intinya, aku makin suka sama kamu.
Aku tahu Tun, kamu berdiri disana bukan untuk menyambut kedatanganku. Tapi aku senang karena kamu ada disitu. Sehingga aku bisa melihatmu dengan jelas. Dan aku juga tahu, kamu berkata “Kamu terlambat ya?” dengan senyumanmu itu juga bukan untuk aku. Tapi aku juga tetap senang. Karena, setidaknya aku masih bisa bertemu kamu dan mendengar suaramu. Suaramu yang selama ini jarang aku dengar lagi.
Tadi pagi, aku juga melihat kamu yang sedang dikejar-kejar oleh adik kelas kamu. Kamu lucu, Tun. Kamu masih lucu, sama seperti saat aku masih bisa melihatmu dengan jelas dulu. Aku bisa melihat tingkah kamu dari teduhnya flamboyan sekolah kita, Tun. Walaupun agak cemburu dikit (Pasti kamu dipanggil “Kak”).
Dan, sekali lagi aku melihat kamu. Untuk yang kali ini dalam jarak yang sangat dekat. Bahkan jika aku mau, aku bisa memegang tangan kamu. Tapi sayang, sekali lagi aku tidak mempunyai keberanian untuk melakukan itu. Benar yang pernah aku katakan sebelumnya, aku hanya dapat melihat bagian kakimu hingga sebatas lutut saja. Aku tidak sanggup jika harus melihat wajahmu dan menatap matamu.
Hari ini benar-benar hari yang sangat membuatku bahagia. Aku bisa mendengar suaramu dan melihatmu dengan jarak yang sangat dekat. Dan kamu tahu? Perubahanmu membuat salah satu sahabatku mengakui jika kamu itu “Ganteng” Tun. Berarti, selama ini aku gak sia-sia suka sama kamu, Tun.
Kamu tahu film “First Love”? Disana, P’Nam lah yang merubah dirinya setelah tiga tahun. Tapi disini, malah P’chone yang berubah. Dan P’chone itu, kamu.
~~~
Waw... Nyi ga bisa bayangin sebelum itu terjadi. Dalam bayangan Nyi, Tun itu masih sama kaya yang kemarin-kemarin. Eh, ga taunya dia tambah ganteng.
Kalo aja kita masih satu kelas Tun, pasti aku bakalan double seneng. Bahkan triple dan triple pel pel deh... :D

Okay, cukup disitu aja ya. Intinya, hari ini Nyi seneng banget. Walaupun Tun ga ngeluarin sepatah kata untuk Nyi, tapi Nyi yakin suatu hari nanti Tun atau Nyi bakalan ngucapin satu kata atau satu kalimat untuk yang terakhir kalinya L (So sorrowfull)

Sabtu, 06 Juli 2013

Rangkuman Jaringan

Hai sahabat...
Kali ini Nyi mau ngepost tentang jaringan. Eits, ini Cuma rangkuman aja loh... jadi masih banyak kekurangannya. So, abis baca disini, baca buku kalian dirumah juga ya J
Okkay... Let’s read !!!
1.     Sel-sel yang menyatu dan berdeferensiasi akan membentuk jaringan.
2.    Sekumpulan sel dengan bentuk, fungsi, dan sifat yang sama disebut dengan jaringan.
3.    Jaringan pada tumbuhan dibedakan menjadi dua, yaitu jaringanmeristem dan jaringan dewasa.
4.    Jaringan meristem terdiri atas sekelompok sel yang tetap dalam fase pertumbuhan dan terus-menerus membelah.
5.    Berdasarkan asal-usulnya, jaringan meristem dapat dikelompokkan menjadi tiga macam, yaitu promeristem, jaringan meristem primer, dan jaringan meristem sekunder.
6.    Jaringan dewasa adalah jaringan yang sudah berhenti membelah. Jaringan dewasa dapat dibagi menjadi beberapa macam yaitu jaraingan epidermis, jaringan parenkim, jaringan penyokong, jaringan pengangkut, dan jaringan gabus.
7.    Tumbuhan memiliki organ utama yaitu akar, batang, dan daun.
8.    Pada hewan tingkat tinggi memiliki empat tipe jaringan dasar, yaitu jaringan epitel, jaringan pengikat (konektif), jaringan saraf, dan jaringan otot.
9.    Jaringan epitel terdiri atas epitel pipih, epitel batang, dan epitel kubus.
10.  Jaringan pengikat (konektif) terdiri dan jaringan ikat padat, jaringan ikat longgar, kartilago, jaringan tulang sejati, jaringan lemak, jaringan darah, dan jaringan limfa.

Okkay... cukup segitu aja ya rangkuman tentang “Jaringan” nya... J
Maaf, kalau masih ada yang salah-salah. Maklum aja, baru pemula ini J

Babay... 

Rangkuman Sel

Hai sahabat...
Kali ini Nyi mau ngepost tentang sel. Eits, ini Cuma rangkuman aja loh... jadi masih banyak kekurangannya. So, abis baca disini, baca buku kalian dirumah juga ya J
Okkay... Let’s read !!!
1.     sel merupakan unit terkecil dari kehidupan.
2.    Struktur sel meliputi membran sel, inti sel, sitoplasma, dan organel sel.
3.    Membran sel tersusun atas lipoprotein dan bersifat selektif permeabel.
4.    Organel sel meliputi ribosom, retikulum endoplasma, mitokondria, badan golgi, sentrosom, lisosom, plastida, mikrotubulus, mikrofilamen, dan peroksisom.
5.    Sel prokariotik tidak mempunyai inti dan sistem endomembran seperti retikulum endoplasma, mitokondria, dan badan golgi.
6.    Sel eukariotik memiliki inti dan sistem endomembran.
7.    Sel tumbuhan memiliki organel yang tidak dimiliki sel hewan yaitu dinding sel, vakuola, dan plastida.
8.    Sel hewan memiliki organel yang tidak dimiliki sel tumbuhan yaitu flagel dan sentriol.
9.    Transpor pada sel terdiri atas transpor pasif (difusi, difusi terfasilitasi, osmosis) dan transpor aktif (transpor aktif primer, transpor aktif sekunder, eksositosis, endositosis). Endositas terdiri atas fagositosis dan pinositosis.

 Okkay... cukup segitu aja ya rangkuman tentang “Sel” nya... J
Maaf, kalau masih ada yang salah-salah. Maklum aja, baru pemula ini J

Babay... 

MENYONTEK? OH, NO!!!

Hallo sahabat...
Kali ini Nyi mau bicara tentang menyontek. Cekidot... J

Nyontek, satu kata yang tidak asing bagi semua orang, walaupun satu kata tapi efeknya sahabat, OMG. Misalnya kecanduan dan menanamkan mental pengecut. Bagi yang sudah kebiasaan hal ini pasti sulit untuk ditinggalkan tapi apakah mau merasa diri sahabat selalu dikatakan tidak pintar oleh diri sendiri? gak kan?

Kegiatan ini memang mengasikkan. Bayangkan saja, kita tidak perlu belajar, gratis, makin akrab sesama teman. Kalo menyontek bukunya sudah pasti jadi kebuka. Yang sebenernya selama ini jarang dibuka. Hmmm... "Paling" kalau ketahuan diambil kertas ujiannya, dikurangi nilainya, disuruh keluar dari ruangan, tidak lulus atau bahkan dikeluarin dari sekolah (dikeluarin kok paling).

Parasit, itu hukuman bagi sahabat yang suka mencontek. Memang sahabat benalu yang sukanya ngikut orang lain dan merugikannya? (jangan sampe L). Ibu sahabat capek-capek mengandung dan melahirkan, masa setelah diluar dicap sebagai benalu? Ckcckckck... nangis si ibu kalo tau.

Maka dari itu, yuk, berhenti mencontek. Ada tips dari Nyi, mudah-mudahan berguna dan menghindarkan kebiasaan buruk bagi orang-orang yang belum diberi petunjuk oleh Allah SWT, Aamiin.

Caranya :
  1. Belajar, itu mutlak harus dilakukan. Ingat! jangan belajar pas saat mau ujian. Nanti ujung-ujungnya nyontek lagi kalau belajarnya nanggung begitu.
  2. Rajin beribadah seperti sholat, berdoa dan kegiatan-kegiatan yang bisa mengingatkan sahabat bahwa ada Allah yang selalu menjawab usaha para hamba-Nya. Selalu belajar bersyukur atas usah yang kita kerjakan.
  3. Jika tidak bisa mengurangi kebiasaan, mulailah sedikit demi sedikit dan lama-lama akan menjadi hilang sama sekali.
  4. Usahakan jangan duduk dengan teman yang lebih pandai, kurang lebih 80 % akan menarik perhatian sahabat untuk menyontek.
  5. Ingatlah kedua orang tua saat mengerjakan ujian, mereka memliki harapan besar pada sahabat. Pasti sahabat jadi terharu dan akhirnya mengurungkan niat untuk mencontek.
  6. Jauhkan benda-benda yang dapan memediasi sahabat untuk menyontek seperti buku, tempat pensil yang berisi contekan, hand phone, dan yang lainnya.
  7. Bayangkan guru yang killer saat mengerjakan soal, walaupun yang mengawas saat itu adalah guru yang bukan killer.
Usaha diatas akan menumbuhkan rasa percaya diri sahabat dan akhirnya menghindarkan dari perbuatan tercela tersebut.


Semoga bermanfaat bagi sahabat semua, mulailah dengan hidup teratur dan bebas dari duplikasi dan imitasi. Selamat mengubah diri... J

Rada Jealous :o

Hallo sahabat...
Nyi mau ngomel bentar nih... di read yaw... :o
~~~
Ini tentang kamu sayang. Seorang wanita yang kini menjadi sahabatku.
Dulu, aku selalu merasa nyaman saat berada didekatmu. Bahkan aku meminta kamu memanggilku dengan sebuah panggilan istimewa. Dan aku berharap akan abadi persahabatan kita.
Tapi, kamu sudah berubah sahabat. Entah aku yang terlalu egois, ataukah kamu yang menjauh? Tapi yang pasti, ini menyakitkan sekali.
Kamu sudah berubah sahabat. Mulai dari kedekatan kita yang semakin renggang, perselisihan pendapat antara kita, dan bahkan yang satu ini sungguh membuat aku sakit hati sahabat...
Jika aku harus jujur, aku akan berteriak di depan wajahmu agar kamu tahu betapa sakitnya aku. Apa pantas kamu berjalan berdua didepanku dengan seorang laki-laki yang katanya itu adalah orang yang kamu sukai? Apa pantas?
Okay, sebagai sahabat, seharusnya itu bisa berlalu dengan begitu saja. Dan aku harus memaklumi itu karena kamu sahabatku. Tapi... ini nyakitin banget... (sumpe deh, NYESEK GUE NYA! >_<)
Hanya perubahan sedikit saja sudah membuat aku sakit sahabat. Apalagi sekarang kamu sudah seperti itu. Makin “jeleh” rasanya...
Kapan kamu bisa kembali seperti yang dulu?
Melihat gaya berfotomu yang dulu dengan yang sekarang saja sudah berbeda.
~~~
Oh, je-a-lo-us nih ceritanya? (emang iya, masalah?) J haha... sabar yah... J
Hah, terserah ajua deh. Mau jeles, mau kobong, terserah elu. Yang penting gue ude nulis isi hati gue.

Siibbb, stop disini, lanjout besok di tulisan berikutnya.... J

Borobudur, I Like It !!!

Hallo sahabat...
Episode kali ini adalah... jeng jeng jeng.... “Borobudur” (yeay!!! Prok prok prok!!!)
Ya, Nyi mau cerita sedikit tentang pengalaman Nyi selama berada di Candi Indonesia, Candi Borobudur... okkay... let’s read... J
~~~
Lihatlah itu! Sekumpulan batu-batu yang megah dan indah. Yang tampak seperti sebuah gunung yang diselimuti pepohonan di kanan dan kirinya. Aku akan melaju kesana.
Aku mulai menaiki batu demi batu yang terbentuk layaknya tangga, seakan menyambutku untuk dinaiki. Aku merasa senang karena dapat menaikinya hingga puncak ke tujuh. Akhir dari puncak yang berbentuk bujur sangkar.
Disana, diatas candi itu, aku mencoba memanjakan mataku dengan pemandangan yang indah. Sungguh luar biasa. Kalimat “Subhanallah” selalu terucap dari lisan kecilku ini, aku merasa takjub dengan bangunan megah ini. Dan sekali lagi aku mengucapkan kalimat itu sesaat setelah aku malihatmu, Tun.
~~~
“Mau foto mbak?” seorang lelaki paruh baya menghampiriku dengan menawarkan jasanya sebagai tukang foto. Setelah bernegosiasi, akhirnya sang fotografer pun mencarikanku tempat yang bagus untuk mengambil gambarku.
Tapi, saat aku sedang berjalan mengikuti sang fotografer, aku tak sengaja melihatmu, Tun. “Subhanallah...” sekali lagi kalimat itu terucapkan dari bibirku ini. Kamu terlihat begitu tampan, Tun. Dengan baju hitammu dan sarung bergambar Borobudur menghiasi pinggangmu hingga lutut. Ini sungguh diluar dugaanku.
Setelah turun dari Candi, akhirnya selembar foto dengan background Borobudur sudah aku dapatkan. Harga Rp 25.000,- ini cukup membuatku puas.
Setelah aku lihat dan aku amati, ternyata kamu ada disitu Tun. Ya, di lantai ke sembilan kamu tepat berdiri disitu. Dan itu menjadi background fotoku, Tun. Sekali lagi ini membuat aku mengucapkan kalimat yang tadi. Kamu tepat berada disisi sebelah kiri ku. Kamu yang memakai baju hitam berdiri bersama salah seorang temanmu...
Hem... sungguh pengalaman yang pasti tak akan ku lupakan Tun.
Borobudur... I Miss You, and Tun... I Love You J

Siibbb.... sampe disini aja Borobudurnya. Masih banyak sih sebernernya, tapiudah cape’ mau nuangin nya (saking banyaknya story di otakku ini, hehe... J)

Besok lagi ya... J

Kita Beda, Tun... :(

Hallo sahabat...
Kali ini Nyi mau nyeloteh tentang Tun. Haha... lumayan lama Nyi ga pernah ngomongin dia. Yuk mari di baca...
~~~
Sudah sekitar satu tahun aku tidak bersamamu. Jika ditanya apakah aku rindu, tentu saja aku rindu. Aku rindu dengan panggilanmu kepadaku, “Pesek”. Telinga ini seakan rindu untuk mendengar kata sapa’an darimu.
Walau begitu, aku tak pernah lelah untuk mengenangmu. Bahkan memikirkanmu lebih tepatnya. Jika aku pikir, mungkin sekitar dua atau empat kali dalam sehari aku selalu teringat akan dirimu. Aku yakin tidak dengan kamu...
Beberapa hari yang lalu, aku melihat status di jejaring sosial-mu. Aku membaca statusmu itu. Sepertinya kamu sedang mendekati salah satu temanku, teman lamaku tepatnya. Aku akan memanggilnya “Mrs. Knife Third”. Karena sebelumnya sudah ada dua orang yang aku benci dengan alasan karena mencoba mendekatimu.
Rasa sedih memang ada, wajarlah. Galau? Pasti ada. Putus asa? Ya tentu, itu yang aku rasakan. Hampir saja aku berhenti untuk menyukaimu karena hal itu. Aku begitu karena aku sadar diri, Tun ! . Karena aku tahu jika Mrs. Knife 3rd itu lebih cantik dari aku, dan bahkan lebih kaya dari aku. Dan satu lagi alasan, dia satu jurusan dengan kamu, Tun. Dan itu menjadi alasan terkuatku untuk mengundurkan diri.
Mana mungkin seorang anak IP* dan IP* bisa bersatu? Sedangkan sekelompok dari kalian selalu mengejek kami dengan kata-kata “IP* bau!!! Isinya anak pinter semua! Huuu!!!”. Asal kalian tahu ya, kita itu sama. Kita sama-sama belajar disekolah yang sama. Dengan kalian mengejek begitu, otomatis pendekatanku dengan dengan Tun makin susah lah... L
~~~
Kembali lagi ke masa lalu. Kamu pernah mengatakan jika kamu bercita-cita ingin menjadi seorang dokter, “Pesek, aku ini pengen jadi dokter. Tapi aku bingung mau masuk ip* atau ip*. Kalo ipa, aku susah di itung-itungan. Terus gimana dong. Kalo pilih ip*, jelas susah buat jadinya” kata dia. “Tenang aja, kan ada aku. Aku bakalan masuk ip* kok. Kamu bisa minta tolong aku kan... Kalo toh ga bisa ketemu aku, kamu masih bisa tanya sama temen kamu yang ada di kelas ip*. Pasti kamu bakalan punya temen baru...” Itu yang aku katakan kepadamu. Tapi kenapa kamu harus memilih jurusan yang berbeda denganku? Bukankah cita-citamu sebagai dokter? Dan kamu pernah bilang “Panggil aku Dokter Tyo” iya kan?
Sampai sekarang, pertanyaan itu masih saja menggelutiku. Setiap bertemu denganmu, aku ingin menanyakan itu. Tetapi apa daya, lisan ini sulit terbuka saat melihat kamu berjalan didepanku. Dan aku hanya bisa melihatmu dari situ, dari sebuah jendela kelasmu...

Enough...
Agak galau nih ceritanya. Maap ye kalau tulisannya jelek en gaje.

Sampai ketemu di tulisan berikutnya, okkay J

Sad Day T_T

Hallo sahabat...
Kali ini Nyi mau curhat dikit. Yuk mari di baca... J
~~~
Hari ini aku kembali sedih. Tiba-tiba aku teringat kepada masa laluku. Aku ingat Lapti.
Sepuluh bulan sejak dia hilang, aku masih saja sering mengingatnya. Aku masih ingat saat pertama aku memiliki dia. Dan aku juga masih ingat saat aku harus kehilangan dia.
Tapi, ini bukan tentang dia. Bukan tentang Lapti. Ini tentang perubahan sifat disekitarku saat Lapti masih ada hingga Lapti pergi.
Dulu, saat aku masih memiliki Lapti, aku merasa dikenal oleh semua temanku. Aku dipuji disana, aku dipuji disini. Aku dipuji dimana-mana...
Tapi, sekarang aku merasa jatuh! Teman-temanku sibuk dengan miliknya masing-masing. Hingga aku hanya bisa mendekat dan berkata “Boleh aku ikutan disini?”.
Semua itu membuat aku canggung untuk bergaul dengan mereka. Aku merasa kalau aku ini adalah anak paling hina dikelas.
Dalam hatiku, aku mencoba menguatkan diriku dengan berkata “Aku pernah seperti mereka. Aku pernah punya itu”. Dan kemudian selalu saja disusul dengan kalimat “Tapi... itu dulu... Jauh sebelum kalian menjauhiku karena gadget kalian itu”.
Teman, datangilah aku seperti dulu. Aku tidak akan berubah jika kalian tidak memperlakukanku seperti ini. Janganlah kalian sibuk dengan gadget kalian, sehingga aku hanya bisa mendekat perlahan kepada kalian. Dan kalian mendekat kepadaku hanya saat kalian perlu saja. Ketahuilah teman... jika saat ini aku sedang kesepian. Walaupun aku sudah punya pengganti Lapti, tetapi apa gunanya teman jika kalian tidak mampu menemaniku? T_T
Ternyata... begini ya rasanya jadi kaum minoritas. Makasih ya temen-temen, udah bisa buat aku jadi ngerasain gimana rasanya dijauhi oleh teman J
“Menjadi orang yang banyak dipuji itu bangga rasanya. Tapi akan berubah saat kita sudah dilupakan dan tidak dipuji lagi...”

Enough... J
Makasih ya udah baca curhatan Nyi. Maaf kalau agak frontal. Maklum aja, Nyi masih labil :D

Sampai jumpa di tulisan berikutnya J

Selasa, 02 Juli 2013

Cinta 7 Susun (7ICONS)

Fakta Sinetron Cinta 7 Susun
-          Di bintangi oleh girlband Indonesia yaitu 7 Icons.
-          C7S merupakan sebuah sinetron drama komedi musikal.
-          C7S ditayangkan di RCTI setiap hari pukul 18.00.
-          C7S tayang perdana pada 28 Januari 2013 dan berakhir pada 10 Mei 2013 (Eps. 1-91).
-          C7S diproduksi oleh SinemArt Production dengan Leo Sutanto sebagai Produser.
-          Syuting C7S sudah dimulai pada pertengahan Desember tahun 2012.
-          Syuting dilakukan secara stipping setiap harinya sebanyak dua episode.
-          Sinetron ini mengalami perubahan alur cerita karena salah satu pemainnya memilih untuk hengkang dari 7ICONS.
-          Pada 8 Februari 2013, 7ICONS menemukan Tsha sebagai pengganti Vani Lauw.
-          Vani lauw bermain di C7S pada episode 1 sampai 3.

Tentang pemain C7S
-          Atee sebagai pacar bohongan Joe.
-          Pj sebagai teman bermusik Danish.
-          Natly sebagai anak pemilik kontrakan Rusun RT 7.
-          Linzy sebagai fans The Barbies & pekerja di salon Jimmy.
-          Mezty sebagai anak Hj. Makmun di Rusun RT 7.
-          Gc sebagai paranormal di Rusun.
-          Uty sebagai adik Choky yang dipanggil Butet.
-          Mischa candrawinata sebagai danish, mantan pacar Britney dan pernah jadi pelatih The Barbies.
-          Gunawan Sudrajat sebagai Hj. Makmun, pemilik warung Rusun RT 7 dan babe nya Mezty.

-          Cut Memey sebagai Mpok Fatime, pemilik kontrakan Rusun RT 7 dan mami Natly.

Ciri khas member 7ICONS :
-          Penampilan khas Vanila adalah menulis segala hal lewat twitter atau facebook, memakai baju kaos, hot pants, dan rambut pirang terurai.
-          Gaya khas T-Sha adalah logat Batak-nya, baju kaos, dress, cardigan, dan high heels.
-          Penampilan khas Pj adalah kaos, hot pants, dan poni cute-nya yang berbeda dengan member lain.
-          Penampilan khas Natly adalah rol dirambutnya, baju dengan rompi, dan hot pants.
-          Penampilan khas Mezty adalah baju kaos polos panjang dan celana jeans panjang.
-          Penampilan khas Linzy biasanya dengan kaos pink, rok mini, rambut diurai, dan poninya dijepit.
-          Gaya khas Grace adalah kaos santai warna hitam dengan rambut terurai.
-          Penampilan khas Atee adalah baju kaos, kemeja, celana pendek / celana jeans panjang dengan goret-goretan silet.

Karakter member 7ICONS :
-          Atee memiliki peran tomboy seperti posisinya di 7 ICONS sebagai "Boyish Icon".
-          Dari posisinya sebagai “Mysterious Icon”, Grace memiliki peran sebagai paranormal / dukun.
-          Linzy memiliki peran feminin dan sedikit tulalit. Sehingga teman-temannya memanggil Linzy “O’on”.
-          Mezty berperan sebagai gadis yang baik dan ahli dalam urusan rumah tangga seperti memasak.
-          Natly memiliki peran yang frontal, suka teriak, dan egois. Tetapi mudah sakit hati.
-          Pj memiliki peran sebagai gadis yang lemah lembut, paling pintar, dan mudah mengendalikan emosi.
-          Tsha memiliki peran seperti Natly. Sama seperti posisinya sebagai “Rebel Icon” yang berarti pemberontak.
-          Vanila memiliki peran sebagai twitter mania. Yaitu gadis yang suka menuangkan segala hal yang terjadi di twitter.

Senin, 01 Juli 2013

Tunggu Aku Di Batas Waktu

Linzy terbangun dari khayalnya. Bangkit mendekati jendela kaca didepannya. Yang ia pandangi selalu hanyalah dedaunan yang kering jauh dibalik jendela. Angin yang berhembus menjatuhkan dedaunan yang habis masanya seraya membunyikan lonceng kecil didekat jendela itu. Rambut hitamnya terkibas oleh lembutnya desah angin di siang itu. Ah, sungguh damainya siang itu.
Tak sejurus dengan hatinya, Linzy merasa bahwa hari ini adalah hari yang membuat hatinya gundah. Satu-satunya orang yang ia sayangi hendak meninggalkannya disini. Dirumah kecil tanpa siapapun. Tanpa orangtua yang bersamanya. Tanpa kakak-adik yang menemaninya. Hanya sang kasihnya-lah yang ada dalam fikirnya. Dalam lamunannya, linzy selalu teringat dengan ucapan-ucapan manis sang kasihnya. “Linzyku. Kau adalah pandaku yang manis. Senyum” ucapan itulah yang selalu teringat olehnya.
Desahan angin membuat suasanan menjadi dingin. Kota bandung kini semakin dingin. Linzy berbalik dan mengambil jaket hijau berlukiskan panda kecil dikantong kanannya. Perlahan ia menuruni tangga dan keluarlah ia menerjang dinginnya kota bandung. Melalui gang sempit ia bertemu seorang pria berbadan tinggi, sedikit gemuk, terlihat manis menurut Linzy. “Justin” Ucapnya tanpa ragu. “Kau masih disini? Kau tidak jadi pergi?”. Pria itu terkejut melihat Linzy dan lantas berlari meninggalkannya. “Hei. Ini aku Linzy” seru Linzy.
Linzy tidak berhenti disitu saja. Ia lantas berlari mengejar seorang pria yang menurutnya itu Justin, sang kasihnya. Setiap gang ia lalui. Menabrak orang yang berlalu lalang pun tak ia hiraukan, asalkan Justin didapatnya. Berlari. Berlari. Berlari. Hingga tembok besar didepan menghadadangnya. Seorang pria terlihat terengah-engah disudut tembok itu. Duduk.
“Justin!” teriak Linzy seraya mendekat pada sosok pria tersebut. Pria itu tak berani membalikkan badannya yang mulai lemas hingga akhirnya terjatuhlah ia. Linzy sontak memegang tangannya yang dingin dan berkata “Kamu memang Justin. Kenapa kamu lari dariku? Kamu pernah bilang kalau kamu mau pergi dengan orangtuamu. Keluar kota. Tapi mengapa kamu masih disini?. Masih penuh pertanyaan yang membelenggu dihati Linzy, namun ia hanya mengatakan itu saja. Pria itu tetap terengah-engah bak tenggelam dalam kolam yang keruh. Gelap. Dan dingin. Pandangannya pun semakin berbintik-bintik hingga sesekali hilang. Dengan sisa tenaga yang ia miliki, pria tersebut mencoba meraih kembali tangan Linzy dan berusaha memeluknya. “Maafkan aku. Selama ini aku tidak pernah pergi Zy” bisiknya kepada Linzy. Linzy terdiam seribu kata. Dalam dadanya terdengar jantungnya berdegup bak marching band yang sedang pentas. Justin menunduk. Disudut tembok itu terasa hening. Angin semilir mengembangkan rambut hitam Linzy. Linzy masih dalam dekapan Justin.
“Justin. Kemana kamu selama ini?” Tanya Linzy. “Aku tidak tahu harus jawab apa?” Jawab Justin. Linzy menunduk. Hari itu begitu buram. Cahaya terang yang manis bercampur dengan buramnya kenyataan. Betapa terpukulnya seorang Linzy. Begitu cintanya ia pada Justin. Linzy tak peduli dengan apa yang dikatakan Justin, bagi Linzy semua adalah indah. Indah dengan Justin. Justin si “Tin-Tin” yang menawan baginya. Membayangkan bersamanya selalu, setiap hari. Kenangan tiga tahun yang lalu masih jernih teringat oleh Linzy. Saat Justin memberinya senyuman pertamanya. Disana, di teras kelas Linzy. Mereka yang masih lugu. Malu-malu saat bertemu. Indah jika semua terulang kembali, terulang setelah tiga tahun berlalu. Kini, mereka sudah berpisah. Justin yang berkata jika ia akan pergi bersama orangtuanya. Justin yang berkata ia akan melanjutkan sekolah diluar kota. Dan Justin yang berkata “Pandaku, i love you”. Linzy tak kuasa menahan rasa dalam hatinya. Pipinya mulai dibanjiri oleh air matanya.
“Maaf Panda. Aku berlari sejauh mungkin darimu dan aku berbohong kepadamu. Aku tidak mau kamu tau semuanya dariku” Jelas Justin seraya mengambil tangan Linzy. “Iya. Tapi kenapa harus pergi? Kamu bisa jelasin semuanya kan, Justin? Aku gak akan marah” Linzy menyambut tangan Justin dengan air mata yang tak henti-hentinya mengalir. Linzy terpukul sekali dengan pernyataan yang Justin utarakan. “Sekali lagi maaf. Hidupku sudah tidak lama lagi Linzy. Sewaktu-waktu malaikat berjubah hitam itu akan menjemputku. Bahkan sekarang pun jika mereka menginginkannya, mereka akan datang” Lanjutnya lagi. Linzy semakin bersedih. Ia tak dapat menghentikan air matanya. Justin sengaja berbohong pada Linzy jika ia akan pergi bersama orangtuanya, itu karena Justin tidak mau jika Linzy mengetahui apa yang selama ini Justin derita. Sudah lama Justin menderita penyakit yang misterius. Perawakannya memang sehat. Namun semuanya tak seperti yang dilihat. Linzy amat bersedih mendengar semua itu. Terasa bagaikan dihujam oleh bebatuan kecil secara bersama, hatinya teriris oleh kata-kata yang Justin ucapkan. Memang ini kenyataan, namun Linzy mengira bahwa semua itu hanyalah mimpi. Linzy menganggap semua hanya tipuan saja. Tapi itu nyata.
Matahari mulai menuruni bukit demi bukit. Menghilangkan cahaya disela-sela jemari tembok-tembok kecil. Linzy masih ada disana. Disudut tembok  tanpa ada jalan lagi. Bersama Justin ia disana. “Baik. Jika itu yang Justin pilih” Linzy memecahkan keheningan disana. Mengusap pipinya yang memerah karena terisak. Justin menganggukkan kepalanya. “Linzy juga akan pergi. Linzy akan menganggap Justin itu tidak ada. Semuanya hanya mimpi. Terima kasih Justin. Selama tiga bahkan sekarang tahu  keempatnya kamu menemani aku. Terima kasih Justin” Lanjutnya kembali. Linzy pun bangkit tanpa berkata satu kata pun. Tanpa menoleh kembali. Berjalan menyusuri gang sempit, pulang kembali ke rumah kecil yang ia tumpangi. Sementara Justin masih duduk ditempat tadi.
Keesokan harinya, Linzy beraktivitas layaknya hari-hari biasanya. Menyiapkan semangkuk sereal untuk pagi ini. Ditemani dengan secangkir cokelat hangat yang baru saja dituang dari teko antik miliknya. Duduk di kursi kecil dekat jendela, Linzy seakan tak ingat dengan kejadian yang baru saja ia hadapi. Semua bagaikan mimpi baginya. Hingga tiba-tiba “Tok, tok, tok” Suara pintu membuat Linzy terkejut dan menumpahkan secangkir cokelat hangatnya. Tanpa membersihkannya, ia langsung berjalan untuk membukakan pintu. “Maaf. Ada perlu apa, Mas?” Ucapnya. “Ini mbak, ada kiriman paket. Tolong tanda tangan disini” Jawab seorang kurir seraya memberikan paket dan sebatang pena. “Terima kasih mbak”.
Linzy pun membuka paket tersebut. Sebuah kotak berwarna coklat dengan bungkus plastik diluarnya. Perlahan ia buka satu persatu hingga ia menemukan secarik surat bertuliskan.
Dear Linzy,
Aku ingin bersahabat denganmu. Dengan sederhana. Dengan kata-kata yang tak sempat terucapkan oleh bibir kecilku. Dengan sikap yang tak sempat kulakukan didepanmu.
Bagaikan api kepada kayu, yang mengubahnya menjadi serpihan abu.
Bagaikan pena kepada kertas, yang mengubahnya menjadi penuh dengan coretan-coretan jelas nan indah. Namun terkadang penuh dengan kesalahan.
Linzy, aku ingin memilikimu lebih dari saat ini aku memilikimu. Namun, alam telah memisahkan kita. Aku ingin membahagiakanmu lebih dari saat ini kau bahagia. Namun semuanya takkan mungkin. Kini, yang aku inginkan hanyalah melihatmu tersenyum setiap membaca surat ini. Aku akan melihatmu disana...
                                                Justin Khan,
Tak terasa air mata Linzy berjatuhan. Deras sekali. Mengusapnya pun tak akan menghentikan alirannya. Kemudian Linzy membuka sebuah kotak dibalik surat itu diletakkan. Disana, Linzy melihat wajah-wajah ceria Justin saat bersama Linzy. Duduk di kedai kopi “Cemara”, bersantai di kantin sekolah, menulis bersama dikelas, bermain permainan yang lucu bersama teman-teman, dan semua tentang mereka. Hingga terlihat selembar foto terakhir. Foto saat Justin dirawat di rumah sakit. Justin yang terbaring lemah disana. Membuat Linzy terpaksa mengingat kejadian kemarin. Air matanya tak dapat dibendung lagi. Linzy masih saja mengubrak-abrik isi paket tersebut. Disana Linzy menemukan barang-barang kecil yang disukainya dan barang-barang milik Justin. Bahkan tiga helai rambut pun ada didalamnya. Ya, itu memang rambut. Rambut milik Justin. Linzy pernah marah kepada Justin, sangat marah bahkan. Linzy tak sadar jika ia sampai memukul, menjambak rambut Juastin. Itu hanya karena hal sepele. Justin yang jahil menyembunyikan gantungan kunci berbentuk pesawat milik Linzy. Sungguh kejahilan yang tak dapat dilupakan.
Satu jam telah berlalu. Linzy pun segera membereskan barang-barang yang ia berantakkan tadi dan menyimpannya rapih didalam kotak tadi. Linzy teringat bahwa hari ini adalah hari rabu dan ia harus segera berangkat ke tempat ia bekerja. Bekerja sebagai fotografer di salah satu perusahaan milik saudara ayahnya.
Justin,

Suatu hari nanti aku akan membahagiakanmu. Ingat itu. Tunggu aku Justin J

P'Chone?

 “Bruug” Mezty melemparkan tas kearah tempat tidurnya yang masih berantakan. Dengan cat berwarna hijau muda dan lukisan abstrak yang menggantung menghiasinya, dinding kost Mezty seakan menghipnotis Mezty untuk menghilangkan kepenatan hari ini. Sejenak Mezty berbaring ditempat tidur. Ia menoleh kearah kiri dan melihat mading kecil disebelah lukisan abstrak tadi. Mezty melihat secarik kertas lusuh berwarna kecoklatan. Pada kertas itu terdapat tanda tangan seorang pria dan tulisan “P’nam suka P’chone”.
Siang ini begitu cerah, dengan kicauan burung gereja yang berterbangan diluar sana membuat Mezty bangkit seraya mengambil headphone dan secarik kartas pada madingnya. Seperti biasa, alunan suara merdu Angela Tee featuring Chris Ryan-lah yang selalu didengar oleh Mezty melalui headphonenya. Mezty berjalan menuju jendela kaca yang terbuka. Angin yang berhembus dari jendela membuat rambut Mezty berkibar kecil. Tanpa ia sadari, angin itu pun membawa serta kertas yang dipengangnya.
“Aduh” ucap Mezty. Kemudian Mezty bergegas turun dan keluar dari kamar kost untuk mengejar kertas miliknya yang terjatuh tadi. “Ih, dimana sih kertas ku tadi? Padahal itu kan kertas paling berharga buatku” Mezty tetap mencari-cari kertas miliknya itu. Ia menyusuri jalanan kecil didekat kostnya. Empat menit telah berlalu, Mezty tetap tidak menemukan kertasnya. Namun Mezty tidak menyerah begitu saja.
“Nah, akhirnya ketemu juga”. Saat Mezty hendak mengambil kertasnya, namun ada seorang pria yang mengambil kertas itu. Mezty langsung berdiri dan menatap wajah pria yang ada didepannya itu. “Ini kan tanda tanganku” ucap pria itu dalam hati. “Maaf, itu kertas saya Mas” ucap Mezty dengan polosnya. “P’nam suka P’chone?” pria itu penasaran. “Ha, itu nama orang yang saya sukai Mas. P’chone” Mezty tersenyum.
***Flashback***
“Nih, aku kasih tanda tangan aku. Simpen baek-baek yo Mez” Wafda tersenyum. “Ih, emoh. Emangnya kamu artis apa? Kalo dapet tanda tangan dari Dion Wiyoko sih, its okay. Tapi kalo dari seorang Wafda, aku gak mau” Mezty menoleh kearah papan tulis. Namun, dengan keisengannya, Wafda sengaja memasukkan kertas tanda tangannya ke dalam tas Mezty.
***
“Kamu Mezty ya?” pria itu semakin penasaran. “Sampeyan tau dari mana nama saya Mas?” jawab Mezty. Tiba-tiba pria itu memeluk Mezty dan berkata “Aku Wafda. Mez. Kamu gak inget sama aku?”. Mezty melepaskan pelukan pria itu.  “Wafda? Bukannya Wafda itu pindah keluar kota bersama keluarganya?”. Pria itu hanya terdiam setelah mendengar Mezty berbicara seperti itu. Ternyata pria itu adalah Wafda. Orang yang selama ini disukai oleh Mezty.
Mereka duduk dan berbincang ditempat itu. Tempat saat Mezty menemukan kertas lusuhnya. “Siapa yang kamu maksud P’chone itu?” tanya Wafda disela-sela keheningan sore itu. “Dia itu motivator aku. Selama ini aku gak pernah tau dia ada dimana” jawab Mezty. “Gimana caranya dia bisa memotivasi kamu? Mez?”. “Ya itu tadi. Ada dikertas kusut tadi. Setiap pulang sekolah, aku selalu mencium kertas itu. Aku yakin kalo dia itu masih ada. Walaupun sekarang wajahnya aja aku udah lupa, empat tahun loh”. Wafda terdiam. “Aku punya prestasi bagus disekolah, karena P’chone. Dan kamu tau siapa P’chone itu?” Mezty menatap mata Wafda. Wafda menggelengkan kepalanya pertanda kalau ia benar-benar tidak tahu. Suasana semakin hening dan matahari mulai menutup dirinya dengan awan senja. Mezty meneteskan air mata seraya malanjutkan pembicaraannya. “P’chone itu adalah... P’chone itu... P’chone itu kamu. Da”. “Apa?” Wafda menoleh kearah Mezty. Mezty tidak bisa menahan air matanya lagi. Dan Mezty pun menangis. “Empat tahun ini aku memendam rasa sukaku ini. Aku sering berkhayal bisa jadi special somene mu. Tapi itu semua gak bisa. Ternyata Wafda pergi jauh, jauh banget. Aku cuma punya ini, selembar kertas yang pernah kamu kasih ke aku. Dan ternyata ini magic. Walaupun raga kamu jauh dari aku, tapi kertas ini Da. Mungkin Allah mengirimkan setitik roh kamu di kertas ini”.
Apa ini namanya cinta?