Minggu, 20 Oktober 2024

Munggah Molo

 Pekan lalu saya dihubungi oleh seseorang dan menawarkan untuk mengobati ruhaniah saya.

Entah sejak kapan, tapi yang saya rasa saya selalu merasa tidak enak badan bahkan sempat masuk rs.
Saya pikir itu sakit biasa.
Baiklah saya awali cerita ini.
Sejak kecil memang saya sakit-sakitan. Tidak pernah kuat berdiri lama, selalu pingsan saat upacara. Berobat ke mantri seperti rutinitas tiap bulan. Hingga mulai kuliah saya mencoba menguatkan diri, "kamu sudah besar harus mandiri harus sehat", alhamdulillah bisa.
Semua saya paksakan kuat, harus kuat.
Sampai saat ibu saya sakit, saya sebenarnya ikut sakit. Bukan penyakit fisik, tapi mungkin lebih ke penyakit mental. Saya takut untuk pulang, saya takut bertemu ibu, tapi saya takut kehilangan ibu.
Sampai akhirnya ibu saya tiada. Semakin parah lah emosi saya. Sepertinya kalau saya tidak kuat iman bisa gila.

Saya pernah minum obat tidur beberapa butir, karena saya merasa tertanggu dengan suara ibu. Dengan suara orang-orang tidak jelas ditelinga. Yang sampai sekarang pun masih saya rasakan.
Singkat cerita, bertahun-tahun setelah kepergian ibu. Penyakit yang menurut saya sudah ada sejak kecil mulai muncul, fisik saya lemah. Saya pikir karena bekerja dengan tekanan. Saya masih berpikir begitu, kesehatan menurun karena kelelahan, banyak pikiran, dll.
Sampai akhirnya merambat ke siklus haid tidak teratur dan berujung masuk rs.
Saya kira dengan masuknya saya ke rs selama empat malam penyakit saya hilang. Tapi nyatanya tidak. Malah semakin menjadi-jadi.
Saya takut mati, selalu itu yang muncul dipikiran saya. Setiap kambuh, saya panik. Telinga saya ramai. Saya bingung.
Saya selalu takut untuk pulang ke rumah. Saya selalu bilang ke bapak kalau saya susah tidur dirumah, saya tidak nyaman dirumah. Dirumah berisik. Padahal hanya ada bapak saja dirumah itu. Tapi disisi lain, saya ingin pulang.
Setiap sabtu, dari tempat kerja saya selalu merencanakan perjalanan "pulkam" saya. Sesampaikan dikosan, saya merasa malas pulang dan takut pulang. Selalu begitu. Sampai tidak terasa ternyata sebulan sekali baru pulang.

Lalu apa hubungannya dengan "Munggah Molo"?
Baik, saat saya diobati dengan ruqyah. Orang yang mengobati saya ini menyampaikan bahwa sakit yang saya rasakan ini ada sebabnya. "Apakah pernah memasang sesajen diatap rumah?" Tanya beliau.
Saya tidak bisa menjawab. Saya hubungi bapak dan bertanya, tapi bapak juga tidak tahu.
Menurut literatur yang saya baca, munggah molo ini salah satu tradisi suku jawa. Sebenarnya bermakna rasa syukur. Tapi saya tidak tahu juga ya kalau ada arti lebih daripada itu. Kemudian beliau meminta bapak saya untuk membongkar atap dan memusnahkan jika ditemukan sesajen itu.

Sampai hari ini saya masih bertanya-tanya, apakah lemahnya fisik bisa disebabkan karena hal ghaib seperti itu?
Saya lebih percaya medis sih, tapi setelah saya pikir... ada benarnya juga yang dikatakan orang itu.


Wallahu 'Alam Bishawab