Rabu, 17 Juli 2013

First Look

Hallo sahabat...
Hari ini Nyi lagi seneng. Mau tau? (ah, ga juga). Okkeh deh baca ya J
~~~
Ini adalah hari pertamaku masuk sekolah. Setelah aku menghabiskan waktu selama satu bulan untuk liburan.
Hari ini spesial untukku. Bagaimana tidak? Baru saja aku turun dari motor, kamu sudah berdiri disana Tun. Memakai jas hitam dengan potongan rambutmu yang baru. Aku rasa, kamu adalah murid pertama yang aku lihat pagi ini. Membuat aku jadi semangat untuk melakukan aktivitas hari ini.
Kesan pertamaku saat melihat kamu itu “Ganteng banget!”. Itu yang aku ucapkan. Walaupun hanya dari hati saja. Karena aku masih belum punya keberanian untuk berkata langsung kepadamu. Entah itu karena rambut barumu atau karena jas hitam yang membalut badanmu. Intinya, aku makin suka sama kamu.
Aku tahu Tun, kamu berdiri disana bukan untuk menyambut kedatanganku. Tapi aku senang karena kamu ada disitu. Sehingga aku bisa melihatmu dengan jelas. Dan aku juga tahu, kamu berkata “Kamu terlambat ya?” dengan senyumanmu itu juga bukan untuk aku. Tapi aku juga tetap senang. Karena, setidaknya aku masih bisa bertemu kamu dan mendengar suaramu. Suaramu yang selama ini jarang aku dengar lagi.
Tadi pagi, aku juga melihat kamu yang sedang dikejar-kejar oleh adik kelas kamu. Kamu lucu, Tun. Kamu masih lucu, sama seperti saat aku masih bisa melihatmu dengan jelas dulu. Aku bisa melihat tingkah kamu dari teduhnya flamboyan sekolah kita, Tun. Walaupun agak cemburu dikit (Pasti kamu dipanggil “Kak”).
Dan, sekali lagi aku melihat kamu. Untuk yang kali ini dalam jarak yang sangat dekat. Bahkan jika aku mau, aku bisa memegang tangan kamu. Tapi sayang, sekali lagi aku tidak mempunyai keberanian untuk melakukan itu. Benar yang pernah aku katakan sebelumnya, aku hanya dapat melihat bagian kakimu hingga sebatas lutut saja. Aku tidak sanggup jika harus melihat wajahmu dan menatap matamu.
Hari ini benar-benar hari yang sangat membuatku bahagia. Aku bisa mendengar suaramu dan melihatmu dengan jarak yang sangat dekat. Dan kamu tahu? Perubahanmu membuat salah satu sahabatku mengakui jika kamu itu “Ganteng” Tun. Berarti, selama ini aku gak sia-sia suka sama kamu, Tun.
Kamu tahu film “First Love”? Disana, P’Nam lah yang merubah dirinya setelah tiga tahun. Tapi disini, malah P’chone yang berubah. Dan P’chone itu, kamu.
~~~
Waw... Nyi ga bisa bayangin sebelum itu terjadi. Dalam bayangan Nyi, Tun itu masih sama kaya yang kemarin-kemarin. Eh, ga taunya dia tambah ganteng.
Kalo aja kita masih satu kelas Tun, pasti aku bakalan double seneng. Bahkan triple dan triple pel pel deh... :D

Okay, cukup disitu aja ya. Intinya, hari ini Nyi seneng banget. Walaupun Tun ga ngeluarin sepatah kata untuk Nyi, tapi Nyi yakin suatu hari nanti Tun atau Nyi bakalan ngucapin satu kata atau satu kalimat untuk yang terakhir kalinya L (So sorrowfull)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar