Masih dengan story yang sama. Mungkin kalian mulai bosan dengan postinganku, tapi... story ku belum selesai :D
---
Third, aku gak perlu bahas panjang lebar tentang diriku di
masa alay itu. Karena aku benci dan geli sama masa itu. Sekarang kita pindah ke
masa SMA. Disini aku mulai fleksibel, gak sekaku kemarin. Mungkin aku mulai
beradaptasi dan sedikit berlapang dada dengan apa yang terjadi sama aku
kemarin. Disini, mungkin aku bukan satu-satunya manusia yang memperjuangkan
kejujuran. Tapi kalau boleh jujur, perjuangan ini menyakitkan guys! Aku harus
bertanding sama teman-teman aku yang sepertinya tidak jujur saat ujian. Aku
harus bertahan selama yang aku bisa. Tapi tekadku kemarin, aku harus bisa
kalahkan teman-teman aku. Karena aku tau mereka itu bukan apa-apa tanpa umpan.
Banyak sekali usahaku, sangat! Lalu bukan hanya kejujuran yang aku perjuangkan,
tapi prestasi. Aku cuma mau buktikan kalau dengan kita berlaku jujur itu kita
pasti dapat buah yang manis. Aku dapat juara kelas, aku juara di olimpiade
tingkat kabupaten, aku bahagia karena itu. Dan satu hal yang menjadi alasan
kenapa aku segiat ini, itu karena salah satu laik-laki yang sampai saat ini
belum bisa aku dapatkan. Kalian ingat ceritaku di chapther sebelumnya? Yaa...
dialah yang jadi alasan aku jadi segiat ini. Prestasiku aku persembahkan buat
dia. Terima kasih kamu...:)
Final exam, aku ketemu lagi dengan hari itu. Awalnya aku
udah kasih kepercayaan sama teman-teman aku. Kita ini bisa! Tanpa umpan kita
pasti bisa! Mereka meng”iya”kan kata-kataku. Tapi saat kita bertanding, masih
saja ada teman-temanku yang mencari umpannya, masih saja ada ikan yang mencari
kail, padahal mereka tau kalau kail itu berbahaya. Aku disini cuma bisa diam.
Aku pilih pergi mencari makan sendiri daripada aku harus makan dari kail
pancing itu. Aku tau kail itu akan merusak bibirku, aku tau itu... aku mulai
benci sama teman-temanku. Sekali lagi aku kehilangan teman. Aku sedih, itu
wajar. Aku juga emosi, tapi aku bisa apa? Yaudah aku pasrah aja. Sampai nilai
ujian itu keluar dan aku dimaki habis-habisan sama mbakku. Mungkin aku
perempuan gak berguna ya? Aku berbeda dengan mbak. Aku gak bisa seperti mbak.
Coba mbak pikir, anak yang terlahir kembarpun pasti punya perbedaan. Jangan
struktur DNA nya yang dilihat, tapi lihat saja letak tahi lalat mereka, pasti
beda tempatnya. Apalagi kita yang bukan saudara kembar? Coba pikir lagi!
Jujur itu
menyakitkan memang. Tapi ada rasa puas yang terbesit walaupun cuma sedikit.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar