Jumat, 12 Februari 2016

Part 2

Ini story kedua aku ya guys. sebelumnya kalian kudu baca story yang pertama, tapi kalo kalian mau sih. Kalo gak mau yaudah, gak masalah. Klik aja disini Part 1
---
Second, dari sini udah keliatan bermuka dua kan? Aku rasa iya! Well... ini masa dimana aku udah mulai remaja. SMP itu masa-masa paling enjoy yang pernah aku rasain. Dimasa itu, aku gak pernah tau dengan yang namanya juara kelas, bintang kelas, dan yang lainnya itu. Gak! Gak pernah satupun! Yang aku tau itu cowo, pacaran, curhat-curhat alay, sayang-sayangan gak jelas. Dan aku geli kalau aku harus inget masa ini, oh bitch! Aku gak mau kembali lagi ke masa ini!
Beruntungnya aku, babe sama ibuk gak pernah nanya soal prestasiku dikelas. Yang mereka tau aku belajar dengan sungguh-sungguh, berangkat diantar babe dan pulang masih dengan babe. Tanpa mereka tau, disekolah aku cuma pacaran. Aku udah pacaran 3 kali selama SMP. What?! Udah mulai berasa kan kalau aku ini bermuka dua? Yah, sekali lagi masih dengan alasan yang sama, berbohong demi kebaikan. Karena cuma pacaran yang bikin aku jadi semangat sekolah. Karena cuma para lelaki itu yang jadi alasan aku buat terus berangkat kesekolah. Oh betapa gilanya aku wkwkwk...
Tapi ada satu laki-laki yang sampe detik ini, belum bisa aku dapetin.
Okkey, bukan masalah siapa laki-laki itu yaa... karena bukan di chapter ini aku bakal bahas doi, tapi nanti di chapter selanjutnya. Kita bersenang-senang dulu di masa alay. Jadi, suatu ketika pas aku naik ke kelas 9 (3 SMP), aku mulai sadar. Disana aku ditempa sama kakak perempuanku, aku biasa panggil dia mbak. Aku dikasih tugas, dikasih materi, dikasih cubitan, semuanyalah. Alasannya supaya aku lulus SMP. Dengan nilai yang memuaskan. Tujuannya sih gitu katanya. Well... apapun itu, tapi ini bikin aku bersemangat buat kalahin temen-temenku. Dari sini aku mulai merasa “oh seperti ini rasanya SMP”. Belajar terus... bimbel terus... sampai akhirnya hari final exam datang. Aku kecewa! Sangat kecewa! Dan kalian tau apa yang buat aku kecewa? “Kunci Jawaban” what??? Apa maksudnya? Dari situ aku mulai menemukan siapa aku. Dari kecil aku udah sering dengar orang bilang “berbohong demi kebaikan itu gak papa” dan ini... final exam ini... aku udah buang kata-kata yang pernah aku dengar dulu, aku berniat untuk berubah, aku udah berusaha mati-matian tapi kenapa aku diberi umpan dengan cuma-cuma? Ibaratnya seperti kalian yang mau mancing, terus kalian kasih umpan ke ikan dan kalian tinggal gitu aja. Kalian gak terlalu berambisi buat dapet ikan, dapet disyukuri, gak dapet yaudah. Ada ikan yang rela berebut makanan dari kail itu dan ada ikan yang berusaha menghindar tapi sebenarnya dia lapar. Dan mungkin itu aku. Ikan itu adalah aku, dan pemancing itu adalah guruku.
Semenjak itu aku kehilangan teman-teman. Masa ceriaku berubah jadi sendu (mungkin). Yang ada dipikiranku itu adalah memusuhi semua teman. Aku merasa aku lebih hebat dari mereka. Aku bisa, bahkan tanpa umpan seperti yang mereka makan. Dari situ pikiranku tentang “berbohong demi kebaikan” itu mulai hilang. Aku coba pikir lagi, di dunia ini, mana ada yang namanya berbohong itu baik? Berbohong itu dosa! Kalau semua orang masih percaya sama kata-kata itu, berarti itu salah. Kalian salah!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar