huft...
mungkin aku bukan satu-satunya manusia ringkih. banyak diluar sana manusia-manusia yang punya kenyataan lebih miris daripada aku. lalu, kenapa aku mengeluh?
aku pikir mengeluh itu wajar. seorang aku yang manja dari buayan sampe beranjak remaja. harus ditimpa kenyataan pahit. rasanya seperti kamu dilempar kedalam lautan dengan posisi kamu yang tidak bisa berenang, bayangkan saja.
kepala ini penuh. sangat penuh. mungkin sebentar lagi aku bisa gila.
urusan diri sendiri, urusan makan, urusan hidup, urusan kuliah, urusan keluarga.
yang ada didalam batinku cuma "Iya". iya ini rezeki untukku. nggak semua orang bisa mendapat cerita yang sama seperti aku.
aku dipaksa dewasa. walau memang aku sudah dewasa. tapi sifatku masih kekanak-kanakan. aku gak suka dibentak. aku gak suka mendapat masalah rumit. aku gak suka semuanya...!
tapi mungkin Allah sayang sama aku. Allah kasih aku cobaan.
pernah menangis? jangan ditanya. senyum yang aku perlihatkan itu semuanya fake!
mata ini kadang lelah buat menangisi hidup. kenapa gak mati aja? mati mungkin bukan solusi -_-
ibuk sering bilang, apapun yang dikatakan orang itu dengarkan. jangan pernah kamu masukkan hati. yang baik disimpan, yang buruk dibuang.
yaa...mendengarkan sangat mudah buat aku, tapi mulut-mulut tajam itu merajang hati, bu. iya kah aku harus dengarkan?
kenapa harus aku? kenapa cerita yang seperti ini harus aku yang menjadi aktrisnya?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar